Visi dan Misi RuBI

Ruang Berbagi Ilmu (RuBI) adalah gerakan kerelawanan yang mengajak masyarakat dari pelbagai latar belakang untuk terjun langsung dalam usaha peningkatan kualitas Penggerak Pendidikan di seluruh Indonesia. Visi dan Misi RuBI adalah bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peningkatan kualitas penggerak pendidikan di Indonesia untuk:

 

  1. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif terlibat dalam upaya memajukan pendidikan IndonesiaMengajak .

  2. Meningkatkan kualitas penggerak pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah.

  3. Mendorong para Penggerak Pendidikan untuk terus mengembangkan dan saling berbagi ilmunya kepada rekan sejawatnya.

  4. Membangun jejaring relawan yang peduli terhadap pendidikan Indonesia.

Tujuan RuBI

  1. Menyelenggarakan pelatihan dengan bentuk Training For Trainers (TFT) agar peserta dapat meneruskan ilmu yang diperolehnya kepada rekan sejawatnya.

  2. Meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Indonesia

  3. Mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik di Indonesia.

  4. Membuka interaksi baru dan berkelanjutan antara para profesional dengan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

  5. Menciptakan kerumunan positif di bidang pendidikan.

Sifat Dasar RuBI

  1. Tulus: Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini harus dilandasi oleh kerelaan hati dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

  2. Mandiri: Seluruh relawan bersedia meluangkan waktu, tenaga, maupun biaya demi tercapainya tujuan bersama. 

  3. Siap Belajar: Bersikap terbuka dan mau saling belajar, sekaligus siap beradaptasi terhadap segala kemungkinan yang terjadi.

  4. Bebas Kepentingan: Semua pihak yang terlibat tidak diperkenankan membawa kepentingan pribadi, politik, atau pun kepentingan yang bertentangan dengan tujuan kegiatan.

  5. Siap Kolaborasi: Terbuka untuk bekerja sama dan menjalin hubungan dalam membangun interaksi positif di dunia pendidikan.

  6. Kontribusi Langsung: Para relawan selalu siap memberikan kontribusi langsung, fokus pada aksi, dan siap berinteraksi demi membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Perjalanan RuBI

Di awal pembentukan organisasi ini, RuBI bekerja sama dengan penggerak pendidikan daerah di kabupaten penempatan Pengajar Muda dari (IM). Periode Januari-Juni 2015, RuBI berhasil dilaksanakan di 12 kabupaten: Tulang Bawang Barat, Bawean, Bima, Lebak, dan Maluku Tenggara. Sebanyak 44 RN dan RD terlibat.

 

Untuk semester kedua 2015 (Juli-Desember), yang menjadi lokasi RuBI adalah Aceh Utara, Bengkalis, Paser, Sangihe, Majene, Banggai, dan Rote Ndao. Sebanyak 71 RN dan RD terlibat. 

Di tahun kedua, RuBI memutuskan untuk menyelenggarakan pelatihan guru di luar kabupaten penempatan Pengajar Muda. Di semester pertama, tercatat sebanyak 8 kabupaten menjadi lokasi RuBI. Mereka adalah Musi Banyuasin, Muara Enim, Sampan, Polewali Mandar, Kapuas Hulu, Halmahera Selatan, Mamuju, dan Fakfak. 

Sementara itu, di semester kedua, RuBI menjangkau 7 wilayah baru, yakni: Bener Meriah, Bojonegoro, Makassar, Attambua, Natuna, Gorontalo, dan Konawe.

Pada tahun ketiga, RuBI diagendakan per tahun. Ada 9 kabupaten yang menjadi lokasi RuBI yakni: Musi Rawas, Baturaja, Nunukan, Hulu Sungai Selatan, Amanuban Timur, Alor, Kisar, Tiakur, dan Pegunungan Bintang. Jumlah relawan yang terlibat sebanyak 203 orang (160 narasumber dan 43 dokumentator). Jumlah peserta RuBI dari 9 wilayah tersebut sebanyak 5.047 orang.

 

Selain itu, RuBI Mandiri juga dilaksanakan pada tahun ketiga berkolaborasi dengan Perkumpulan Pelajar Indonesia Dunia. 

Pada tahun keempat, RuBI dilaksanakan di 7 kabupaten (RuBI Reguler) dan 4 kabupaten (RuBI Mandiri), di antaranya adalah Aceh Barat Daya, Jombang, Sumba, Maluku Barat Daya, Kupang, Raijua, dan Kepulauan Yapen. Jumlah relawan yang terlibat pada tahun ini sebanyak 202 orang (153 RN dan 49 RD).