Di Balik Layar RuBI Bangli: Meeting Virtual hingga Mengejar Jadwal Pesawat



Bangli, Bali, merupakan salah satu lokasi terakhir penyelenggaraan RuBI reguler 2019. Kondisi ini menguntungkan karena waktu persiapan pengajaran bagi tim RuBI Bangli lebih panjang. Meski begitu, bukan berarti tantangannya semakin ringan.


Menurut Rr Zifora V H, relawan narasumber di Bangli, kemandirian menjadi tantangan dalam persiapan RuBI. Sebab, ia harus menyiapkan segala keperluan sendiri sebelum berhadapan dengan guru peserta.


Sementara itu, bagi Julyestra Vidha Thaashaar, tantangan justru ada di fase keberangkatan. Ia harus berkejaran dengan jadwal rapat dan keberangkatan bus dari Majalengka, Jawa Barat.


“Rapatku di kantor harusnya sudah selesai pukul 12.00 WIB. Tapi sayang harus mundur 1 jam. Sedangkan waktu tempuh dari kantor ke bandara tuh butuh 2,5 jam,” ucapnya kepada tim Sosialisasi RuBI beberapa waktu lalu.


Dalam perjalanan menuju bandara, sempat terbesit di benaknya untuk membatalkan penerbangan ke Bali. Akan tetapi, intuisi Julyestra mengarahkannya untuk tetap lanjut. “Pilihanmu hanya diam ditempat atau ikut terlibat sekecil apapun, Jul.” Kalimat itu terus terngiang di telinga Julyestra.




Petualangan ke Bangli baru benar-benar dimulai saat ia mendarat di Denpasar. “Aku naik motor 2 jam di tengah malam berkabut dan sepi hanya bermodalkan pertemanan kerelawanan,” kenangnya.


Lain lagi dengan pengalaman relawan narasumber Motivasi Guru, Monica. Baginya, tantangan terbesar adalah rapat sebelum keberangkatan yang kerap kali dilakukan secara virtual.


“Ada 5 orang yang masuk di tim narasumber motivasi guru, 3 di antaranya ibu-ibu. Aku salut mereka tetap semangat di tengah mengurus anaknya,” kata Monica.


Selain rapat, tantangan berikutnya datang ketika pelaksanaan RuBI. Ia belum ada bayangan sama sekali apakah kelas pengajaran berupa kelas besar atau kelas kecil. Di sisi lain, informasi soal fasilitas sekolah sangat minim.


Dari banyaknya tantangan itu, Monica #terusbelajar untuk memahami kondisi pendidikan di Bangli. Selain melalui interaksi dengan guru, ia berhasil mengajar orang yang lebih senior dari segi pengalaman. Beruntung, sebelumnya ia pernah mengajar mahasiswa.