Ikut RuBI untuk Belajar Mencintai Dunia Anak



Sebagai Asisten Dosen Fisika di Universitas Indonesia, Rizky Arif sudah terbiasa mengajar anak muda. Ia tak perlu sungkan untuk menegur mahasiswanya jika kelas kurang aktif. Atau ada beberapa siswanya yang tidak tepat waktu mengumpulkan tugas.


Saat ikut Ruang Berbagi Ilmu (RuBI) di Aceh Singkil, ia harus mengubah mindset tersebut. Sebab, ia harus berhadapan dengan guru-guru yang sudah puluhan tahun mengajari anak SD. Ditambah, materi yang ia sampaikan berkaitan dengan anak-anak, yakni Materi Belajar Kreatif (MBK).


"Waktu briefing aku ditawarin untuk handle MBK untuk anak kecil (kelas 1-3)," ucap pria yang akrab disapa Acil kepada Tim Sosialisasi RuBI, Selasa (3/12).


Tanggung jawab tersebut sempat membuat Acil khawatir. Sebab, Ia kurang yakin dengan cara penyampaian materi. "Aku kan base-nya enggak suka anak-anak, gimana cara menyampaikan secara menarik?" beber Acil.


Beruntung Acil mendapatkan teman relawan yang sudah jadi veteran (sudah ikut berkali-kali dalam kegiatan RuBI). Ia mengamati teman veteran tersebut sebelum gilirannya berbagi di hadapan guru-guru.


"Aku melakukan kegiatan RuBI ini sebagai laboratorium, dimana kita terus-menerus melakukan eksperimen," ujarnya.


Ia mengikuti RuBI untuk menguji segala macam kemungkinan, dari segi perilaku guru, relawan, hingga panitia lokal.


Segala kemungkinan tersebut hilang saja. "Seperti menyublim," tandasnya.


Melalui kegiatan RuBI, ia #terusbelajar bagaimana memahami dunia anak melalui perspektif materi MBK yang ia bagikan kepada guru.