Pertemuan RuBI

Bu Risma, kepala sekolah nonfavorit di Aceh Barat Daya, mengunjungi orangtua salah satu siswa sebagai usaha optimisnya mencari solusi untuk memahami seorang siswa yang kerap absen, ribut, dan membuat onar. Saat ia membuka diskusi ini pada orangtuanya, mereka menjawab, "Saya kan sudah sekolahkan di sekolah Ibu. Ya, Ibu yang urus, dong!"

Pernahkah terlintas di kepala kita pernyataan yang sama? Apakah memang tantangan pendidikan itu hanya milik guru di sekolah?

Bergerak sejak 2015, Ruang Berbagi Ilmu ingin meruntuhkan mitos tersebut dengan membangun pertemuan-pertemuan dengan guru di daerah. Bukan sekadar membagi ilmu lewat kelas-kelas belajar RuBI, tetapi juga mendekat pada kenyataan di dunia pendidikan.

Mendengarkan guru matematika yang mendapati anak didiknya menjadi korban pelecehan seksual di Aceh Barat Daya. Menyimak kisah Ibu Delsy di Sumba mendorong warga desa berswadaya membangun PAUD agar anak-anak tak melulu ikut ke ladang atau acara adat, hingga mereka kehilangan waktu bermain dan belajar. Bertukar kata dengan Pak Thomas yang berhasil mendorong Franky, muridnya, mengubah dirinya dari seorang yang sulit diatur menjadi pembelajar, karena berhasil menangkap bola kertas yang dilempar Franky kepadanya di kelas.

Melalui pertemuan, RuBI berusaha memberi nama dan wajah pada pendidikan. Meyakini bahwa cita-cita membangun pendidikan, bisa sedekat membantu perjuangan teman di banyak titik di Indonesia.